20 Jenis Pedoman Seni Rupa Modern Beserta Tokoh Dan Gambarnya
Aliran Seni Rupa – Seni rupa merupakan cabang seni yang membuat karya seni dengan media yang sanggup dilihat oleh mata dan dirasakan dengan rabaan. Seni rupa juga sanggup diartikan sebagai hasil ciptaan yang mempunyai kualitas, hasil, dan verbal atau semua hal yang melebihi aslinya.
Biasanya kesan ini sanggup diciptakan dengan mengolah konesep titik, bidang, garis, volume, bentuk, tekstur, warna, dan pecahayaan dengan hukum estetika tertentu.
Apakah seni rupa mempunyai fatwa tertentu ? Apa saja fatwa seni rupa tersebut dan bagaimana contoh-contohnya ?
Kamu jangan khawatir, alasannya ialah disini kita akan membahas fatwa dalam seni rupa secara lengkap dan jelas. Berikut aliran-aliran dalam seni rupa :
Daftar Isi Artikel
- 1. Aliran Seni Rupa Naturalisme
- 2. Aliran Seni Rupa Realisme
- 3. Aliran Seni Rupa Romantisme
- 4. Aliran Seni Rupa Ekspresionisme
- 5. Aliran Seni Rupa Impresionisme
- 6. Aliran Seni Rupa Kubisme
- 7. Aliran Seni Rupa Fauvisme
- 8. Aliran Seni Rupa Dadaisme
- 9. Aliran Seni Rupa Futurisme
- 10. Aliran Seni Rupa Surealisme
- 11. Aliran Seni Rupa Post Modern / Kontemporer
- 12. Aliran Seni Rupa Konstruktivisme
- 13. Aliran Seni Rupa Popular Art / Pop Art
- 14. Aliran Seni Rupa Abstraksionisme
- 15. Aliran Seni Rupa Neo – Klasik
- 16. Aliran Seni Rupa Pointilisme
- 17. Aliran Seni Rupa Primitif
- 18. Aliran Seni Rupa Optik
- 19. Aliran Seni Rupa Pittura Metafisica
- 20. Aliran Seni Rupa Gotik
1. Aliran Seni Rupa Naturalisme
Naturalisme merupakan fatwa dalam seni rupa yang berusaha melukiskan sebuah objek yang mempunya kesamaan dengan keadaan alam.
Ciri-ciri fatwa seni rupa naturalisme ialah wujudnya sama persis sesuai aslinya dan sanggup dilihat oleh mata kita. Perspektif, proposrsi, keseimbangan, pewarnaan, dan prinsip-prinsip yang dimiliki seni rupa lainnya tergambar sesuai dengan pemandangan yang sebenarnya.
Kebanyakan dari fatwa seni rupa naturalisme mengambil objek landscape atau pemandangan alam.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa naturalisme ialah Wakidi Basuki Abdullah, Gambir Anom, dan Abdullah Sudrio Subroto.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa fatwa naturalisme ialah Theodore Rousseu, Franss Hall, William Bliss Baker, dan William Hogart.
2. Aliran Seni Rupa Realisme
Realisme merupakan fatwa seni rupa yang menggambarkan objek dengan keadaan yang benar-benar positif dan tidak berfokus pada objek.
Ciri-ciri fatwa seni rupa realisme ialah penggambaran objek harus sangat diperhatikan dan detail. Khususnya untuk membuat kesan dan suasasna dari objek tersebut.
Kebanyakan dari fatwa seni rupa realisme mengambil objek ibarat insan ataupun binatang dengan verbal yang terlihat hidup.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa realisme ialah Tarmizi dan Basuki Abdullah.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa realisme ialah Charles Prancois, Fransisco de Goya, Honore Daumier, dan Gustove Corbert.
3. Aliran Seni Rupa Romantisme
Romantisme merupakan fatwa seni rupa yang lebih menawarkan nilai-nilai estetika, fantastis, irasional, dan absurd. Pada umumnya menggambarkan kisah-kisah yang romantis atau dramatis.
Ciri-ciri fatwa seni rupa romantisme ialah lebih memainkan warna cerah dan mecolok pada objek dan benda disekitar objek. Biasanya fatwa romantisme menggambarkan objek yang lebih sedikit.
Kebanyakan dari fatwa romantisme ini mengambil objek manusia, khususnya objek laki-laki dan perempuan dalam situasi yang romantis.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa romantisme ialah Raden Saleh.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa romantisme ialah Ferdinand Victor, Victor Marie Hugo, Eugene Delacroix, Theoborre dan Gerriwult.
4. Aliran Seni Rupa Ekspresionisme
Ekspresionisme merupakan fatwa seni rupa yang lebih menawarkan curahan batin pembuatnya secara general dan bebas, baik dari imajinasi, dalam batin, ataupun perasaannya.
Ciri-ciri fatwa seni rupa ekspresionisme ialah lebih menekankan pada verbal ketakutan, kekerasan, kesedihan, kemiskinan, dan ekpresi manusia. Aliran seni rupa ekspresionisme mengambil objek wajah insan dan verbal yang diperlihatkannya.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa ekspresionisme ialah Affandi, Popo Iskandar, dan Srihadi Soedarsono.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa ekspresionisme ialah Vincent Van Gogh, Ernest Ludwig, Emile Nolde, Paul Gaugiuin, Karl Schmidt, JJ. Kandinsky, dan Paul Klee.
5. Aliran Seni Rupa Impresionisme
Impresionisme merupakan fatwa seni rupa yang menawarkan kesan pada objek yang di gambarkan secara sekilas atau selintas saja.
Ciri-ciri fatwa seni rupa impresionisme ialah objek yang digambarkan tanpa menawarkan detail yang khusus dan cenderung kabur atau blur.
Sebagian besar fatwa seni rupa impresionisme mengambil objek insan dan ada juga yang hewan.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa impresionisme ialah Solichin, Kusnadi, Zaini dan Affandi.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa impresionisme ialah Claude Monet, Casmile Pissaro, Vincent Van Gogh, Aguste Renoir, Mary Cassat, dan Edward Degas.
Baca juga artikel : 50 Jenis Motif Batik Nusantara Beserta Tempat Asal dan Gambarnya
6. Aliran Seni Rupa Kubisme
Kubisme merupakan fatwa seni rupa yang cenderung menawarkan abstraksi objek ke dalam bentuk geometri tertentuk untuk mendapat nilai seni yang indah.
Ciri-ciri fatwa seni rupa kubisme ialah dalam penggambarannya, objek dirubah dalam kombinasi bidang-bidang ibarat persegi, segitiga, lingkaran, dan sebagainya.
Objek yang digambarkan biasanya berupa insan dan hewan, dengan background alam atau bangunan.
Toko Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa kubisme ialah Fajar Sidik dan Srihadi Sudarsono.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa kubisme ialah Pablo Ruiz Picasso, Gezanne, Metzinger, Salvador Felip Jacint Dali Domenech, Albert Glazes, Barque, Fernand Leger, Robert Delaunay, Francis Picabia, dan Juan Gris.
7. Aliran Seni Rupa Fauvisme
Fauvisme merupakan fatwa seni rupa yang menekankan pada corak warna yang bebas, imajinatif, dan liar. Aliran seni rupa ini muncul sekitar masa ke XX Masehi.
Ciri-ciri fatwa seni rupa fauvisme ialah wujud dari objek yang digambar tidak terlalu penting, keliaran gambar sangat ditonjolkan, dan mempunyai warna yang imajinatif.
Beberapa pelukis ada yang melukis fauvisme ini dalam bentuk landscape dan ada pula yang tidak terikat pada objek tertentu.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa fauvisme belum diketahui.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa fauvisme ialah Henry Matisse, Rauol Dufi, Andre Dirrain, Maurice de Vlamink Paul Cezanne, Paul Gauguin, Gustave Moreau, dan Kess Van Dongen.
8. Aliran Seni Rupa Dadaisme
Dadaisme merupakan fatwa seni rupa yang justru dianggap anti seni dan anti perasaan alasannya ialah fatwa seni rupa ini lebih menggambarkan refleksi kekerasan dan kekasaran.
Ciri-ciri fatwa seni rupa dadaisme ialah gambar suatu objek cenderung berbau kekerasan, kasar, dan bersifat kritikan, sindiran ataupun plesetan.
Objek yang dijadikan materi lukisan tanpa batasan dan sangat beragam, baik benda, manusia, binatang ataupun tumbuhan.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa dadaisme ialah Hendra Gunawan.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa dadaisme ialah Juan Gross, Guillaume Apollinaire, Marcel Duchamp, Max Ernst, Hans Arp, dan Picabia.
9. Aliran Seni Rupa Futurisme
Futurisme merupakan fatwa seni rupa yang sangat menekankan keindahan gerak, garis, visual, dan warna sebagai fatwa seni rupa anti kubisme yang dikatakan statis.
Ciri-ciri fatwa seni rupa futurisme ialah gambar suatu objek digambarkan dalam bentuk sedang bergerak, sehingga mempunyai gerak bayang disekitarnya.
Objek yang dijadikan materi lukisan biasanya ialah makhluk hidup, misalkan kuda yang berkaki lebih dari 4 alasannya ialah digambarkan sedang bergerak dalam model bayangan.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa futurisme belum diketahui.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa futurisme ialah Boccioni, Carlo Cara, Severini, Umberto, Ruigi Russalo, dan Gioccomo Ballad.
10. Aliran Seni Rupa Surealisme
Surealisme merupakan fatwa seni rupa yang ditujukan untuk menggambarkan objek yang sering dijumpai dalam mimpi atau imajinasi alam bawah sadar.
Ciri-ciri fatwa seni rupa Surealisme ialah penggabungan antara dua objek positif yang berbeda wujud dan terkesan aneh. Objek yang digabung dalam lukisan sanggup benda mati dan makhluk hidup, asalkan sanggup menjadi unik.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa surealisme ialah Gusti Putu Saderi dan Abdul Rahman.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa surealisme ialah Andre Masson dan Salvador Dali.
Baca juga artikel : 34 Nama Rumah Adat Tradisional Beserta Gambarnya
11. Aliran Seni Rupa Post Modern / Kontemporer
Kontemporer merupakan fatwa seni rupa yang tidak terikat oleh pakem dan berkembang sesuai perkembangan zaman. Aliran seni rupa ini merefleksikan situasi dan waktu secara tematik.
Ciri-ciri fatwa seni rupa kontemporer ialah penggambaran objek berupa refleksi situasi situasi dan waktu yang tematik. Objek yang digambarkan ialah objek yang dinamis, ekspresif, dinamis, dan mencolok.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa kontemporer ialah Jim Nyoman Nuarta, Supankat, Sprinka, dan Angelina P.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa kontemporer ialah Frank Auerbach, Richard Artschwager, dan Ida Applebroog.
12. Aliran Seni Rupa Konstruktivisme
Konstruktivisme merupakan fatwa seni rupa yang sangat menekankan pada penggambaran seni sebuah bangunan.
Ciri-ciri fatwa seni rupa konstruktivisme ialah objek utama yang dilukis merupakan bangunan dengan latar berada disekitar bangunan dari sudut gambar.
Objek berupa bangunan klasik, modern, kuno, dan bangunan yang lainnya.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa konstruktivisme ialah Jim Nyoman Nuarta, Supankat, Sprinka, dan Angelina P.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa konstruktivisme ialah Laszlo Moholy-Nagy, Liubov Popova, Victor Pasmore, Oskar Schlemmer, dan Naum Gabo.
13. Aliran Seni Rupa Popular Art / Pop Art
Populer art ialah fatwa seni rupa yang muncul akhir kejenuhan pada seni tanpa objek yang jelas.
Ciri-ciri fatwa seni rupa pop art ialah sebagian besar karya seni rupa pop art berupa seni rupa karikatur yang menggambarkan krritik, humor, ataupun sindiran. Objek biasanya berupa insan yang digambarkan secara perspektif atau cara pandang lain.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa pop art ialah Nyoman Nuarta dan Ris Purnomo.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa pop art ialah Tom Wasselman, Claes Oldenburg, George Segal, Yoseph Benys, dan Cristo.
14. Aliran Seni Rupa Abstraksionisme
Abstraksionisme merupakan fatwa seni rupa yang berkembang bertujuan untuk melepaskan diri dari sensasi-sensasi figuratif suatu objek. Aliran seni rupa ini sangat menghindari peniruan objek secara mentah dan menggantu bentuk dan porsinya.
Ciri-ciri fatwa seni rupa Abstraksionisme ialah mempunyai dua aliran, yaitu abstraksionisme geometri dan abstraksionisme nonfiguratif.
Abstraksionisme geometri berbentuk objek abnormal geometris murni. Sedangkan abstraksionisme nonfiguratif berbentuk garis dan warna.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa abstraksionisme ialah Fajar Sidik dan Zaini.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa abstraksionisme ialah El Lisitzky, Wassily Kadinsky, Alexander Rodchenko, dan Naum Goba.
15. Aliran Seni Rupa Neo – Klasik
Neo – Klasik merupakan fatwa seni rupa yang bersifat klasik, objektif, dan rasional. Aliran seni rupa ini muncul pertama kali sesudah pecahnya revolusi Perancis.
Ciri-ciri fatwa seni rupa Neo – Klasik ialah digambar dalam wujud hiperbolis, seimbang, dan memakai batasan warna yang higienis dan statis. Objek yang dogambar berlatar istana sentris dan akademis.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa Neo – Klasik belum diketahui.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa Neo – Klasik ialah Jean August dan Dominique Ingres.
Baca juga artikel : 5 Contoh Alat Musik Melodis Beserta Gambarnya !
16. Aliran Seni Rupa Pointilisme
Pointilisme merupakan fatwa seni rupa yang menggambarkan suatu objek memakai titik-titik.
Ciri-ciri fatwa seni rupa pointilisme ialah dikala objek digambar maka akan terlihat terang dari kejauhan, dan agak membaur kalau dinikmati dari dekat. Titik yang dipakai terdiri dari banyak sekali macam variasi, baik tebal tipis, besar kecil, ataupun berwarna hitam putih.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa pointilisme ialah Keo Budi Harijanto dan Rijaman.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa pointilisme ialah Vincent van Gogh dan Serat’s La Parade.
17. Aliran Seni Rupa Primitif
Primitif merupakan fatwa seni rupa yang menawarkan sebuah objek menurut gaya penggambaran yang primitif di dinding goa.
Ciri-ciri fatwa seni rupa primitif ialah objek yang digambar berupa manusia, hewan, dan flora dalam bentuk garis sederhana. Detail objek tidak di tonjolkan, hanya pada penggambaran yang minimalis berupa garis sederhana.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa primitif ialah S. Sudjojono.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa primitif ialah Ricardo Ponce.
18. Aliran Seni Rupa Optik
Optik merupakan fatwa seni rupa yang menawarkan objek manipulasi visual yang sanggup menipu penglihatan mata.
Ciri-ciri fatwa seni rupa optik ialah objek yang digambar hanya berupa bidang, garis, atapun objek yang hanya berwarna hitam putih. Gambar mempunyai bentuk sederhana dan tidak mempunyai detail yang rumit.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa optik ialah Agus Djaja.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa optik ialah Walter Gropius dan Bridget Louise Riley.
19. Aliran Seni Rupa Pittura Metafisica
Pittura metafisica merupakan fatwa seni rupa yang menawarkan sebuah objek dengan sentuhan atau tabrakan metafisica. Aliran seni rupa ini merupakan penentang fatwa kubisme dan futuristik.
Ciri-ciri fatwa seni rupa puttura metafisica ialah objek yang digambarkan biasanya berbentuk boneka yang erat dengan hal yang bersifat metafisica dan biasanya berupa insan yang sedang melaksanakan aktifitas dengan latarbelakang tertentu.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa pittura metafisica belum diketahui.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa pittura metafisica ialah Carlo Carra dan Giorgio de Chirico.
20. Aliran Seni Rupa Gotik
Gotik merupakan fatwa seni rupa yang menawarkan suatu objek dengan garis tebal dan bentuk ramping serta menekankan sesuatu menurut pemilihan warna.
Ciri-ciri fatwa seni rupa gotik ialah objek yang digambarkan biasanya ialah tokoh suci, raja, ratu, ataupun kesatria. Biasanya lukisan dengan fatwa seni rupa gotik terdapat di kerajaan-kerajaan, rumah ibadah, dan juga kastil atau bangunan klasik.
Tokoh Indonesia yang mempopulerkan fatwa seni rupa gotik belum diketahui.
Tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan fatwa seni rupa gotik ialah Van Eyck, Mathias Grunnewald, Albert Durer, dan Pieter Droughel.
Itulah klarifikasi singkat mengenai pengertian, ciri-ciri, tokoh, dan jenis-jenis fatwa dalam seni rupa. Semoga sanggup menambah wawasan kau perihal fatwa seni rupa.
Terimakasih sudah share artikel ini 🙂
Komentar
Posting Komentar