7 Pola Teks Eksemplum Pengalaman Pribadi, Kisah Rakyat, Beserta Strukturnya
Contoh Teks Eksemplum – Hallo sahabatnesia, apakah kalian pernah mendengar wacana teks eksemplum sebelumnya ? Teks eksemplum ini sangat berkaitan dengan pengalaman hidup seseorang. Lantas apa yang dimaksud dengan teks eksemplum yang bahwasanya ?
Dalam artikel ini kita akan mengulas wacana pengertian teks eksemplum, struktur teks eksemplum, dan ciri ciri teks eksemplum. Supaya mempermudah kalian berguru wacana teks eksemplum, kita juga akan mengatakan beberapa teladan teks eksemplum pengalaman pribadi ataupun teladan teks eksemplum dongeng rakyat.
Berikut ini yakni klarifikasi secara detailnya :
Daftar Isi Artikel
Pengertian Teks Eksemplum
Teks eksemplum merupakan teks dongeng yang menceritakan wacana sikap atau tokoh dari sebuah cerita. Ceritanya diawali dengan pengenalan tokoh, sehabis itu membahas insiden apa saja yang dilalui oleh tokoh, dan diakhiri dengan interpretasi dari dalam diri tokoh tersebut.
Teks eksemplum termasuk kedalam karya sastra yang isinya menjelaskan wacana pengalaman hidup seseorang. Berawal dari sebuah insiden yang dialami oleh tokoh dan kemudian dari insiden tersebut terdapat pesan yang tersirat yang sanggup diambil. Tujuannya biar tidak melaksanakan kesalahan yang sama di kemudian hari.
Ciri Ciri Teks Eksemplum
Teks eksemplum memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Berisi wacana suatu insiden yang tidak di inginkan oleh tokoh.
- Mempunyai nuansa naratif.
- Pada umumnya menceritakan wacana pengalaman pribadi seseorang.
- Terdapat perubahan sikap pada tokoh untuk tidak melaksanakan kesalahan yang sama.
- Menunjukkan urutan insiden atau insiden yang jelas.
Struktur Teks Eksemplum
Berikut yakni klarifikasi wacana struktur teks eksemplum :
- Abstrak, yakni inti dari suatu insiden sebagai pengantar yang menggambarkan insiden yang akan diceritakan.
- Orientasi, yakni bab awal dari teks eksemplum, biasanya berisi wacana pengenalan tokoh.
- Insiden, yakni bab yang menjelaskan wacana kejadian-kejadian yang dialami oleh tokoh. Biasanya tokoh mendapat suatu permasalahan atau persoalan.
- Interpretasi, yakni bab yang menjelaskan wacana pesan moral, evaluasi, dan jawaban yang timbul alasannya tindakan tokoh. Interpretasi hampir sama dengan koda yang terdapat pada struktur teks anekdot.
- Koda, yakni bab epilog dalam cerita
Baca juga artikel : 7 Contoh Teks Eksplanasi Kompleks Terlengkap !
Karakteristik Teks Eksemplum
Teks eksemplum memiliki beberapa karakteristik, yaitu :
- Berisi insiden atau insiden yang tidak sering terjadi.
- Menimbulkan penyesalan bagi tokoh.
- Menghadirkan diri penulis kedalam interpretasi dan koda.
- Mengandung nilai-nilai yang disarankan oleh peristiwa.
Unsur Kebahasaan Teks Eksemplum
Berikut ini yakni klarifikasi wacana unsur kebahasaan teks eksemplum yaitu :
- Menggunakan kalimat kompleks
- Menggunakan kata rujukan
- Menggunakan konjungsi atau penghubung
- Menggunakan kata kerja
Contoh Teks Eksemplum Beserta Strukturnya
Burung Pipit yang Sombong
Orientasi :
Dikisahkan di suatu hutan belantara hiduplah sekelompok burung pipit. Salah satu burung pipit itu berjulukan Dira. Dira juga tinggal bersama para binatang lainnya. Ia dikenal sebagai seekor burung yang sombong dan cenderung suka hidup menyendiri alasannya Dira selalu merasa bahwa dirinya saja yang paling benar dan mampu.
Insiden :
Suatu ketika, sekelompok burung pipit tersebut sedang menciptakan sarang dari tumpukan jerami. Dengan sabarnya mereka menciptakan sarangnya biar terlihat kokoh dan rapih. Namun lain halnya dengan Dira, ia dengan sombongnya menciptakan sarang dari potongan kertas warna-warni. Dira menganggap jikalau memakai kertas akan jauh lebih menarik dibandingkan sarang burung pipit lainnya.
Dira juga tidak memperhatikan kekokohan dari sarang yang ia buat. Disamping Dira juga ada burung pipit lain yang juga sedang menciptakan sarang dari tumpukan jerami. Burung pipit itu berjulukan beti. Beti dikenal sebagai seekor burung pipit yang memiliki sifat gemar memberi dan rendah hati.
Jadi, sifatnya sangat berbanding terbalik dengan sifat Dira. Lalu Dira pun mengejek sarang kepunyaan Beti. “Hei Beti! Sungguh membosankan warna sarang mu itu, hanya memakai tumupukan jerami. Coba deh kau lihat sarangku, lebih menarik.”
Beti pun hanya membisu dan dengan bangganya Dira terus menciptakan sarangnya dari kertas warna-warni. “Sebaiknya kau menciptakan sarang memakai tumpukan jerami biar jauh lebih kuat.” Saran Beti. Akan tetapi, Dira tetap saja meneruskan menciptakan sarangnya dengan memakai kertas warna-warni itu dan menghiraukan saran baik dari Beti.
Setelah beberapa jam kemudian semua burung pipit termasuk Dira sudah menuntaskan sarangnya. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan semua burung pipit berlindung di sarang masing-masing. Akan tetapi sarang milik Dira tidak bisa melindungi dirinya dari air hujan alasannya sarangnya terbuat dari kertas.
Dira pun panik dan tubuhnya menjadi lembap kuyup alasannya hujan yang sangat deras tersebut. Dan dengan dermawannya Beti mengatakan Dira untuk berlindung di sarangnya. Akhirnya, Dira pun meratapi apa yang sudah ia perbuat. Dira menyesal alasannya menciptakan sarang dengan memakai kertas warna-warni. Ia juga menyesal dikarenakan telah menjadi seekor burung pipit yang sombong. Dengan demikian, Dira mulai menciptakan sarangnya lagi dengan tumpukan jerami.
Interpretasi :
Sejak insiden itulah, Dira mengubah sikap dan perilakunya. Ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menyombongkan dirinya lagi. Dira juga menyadari bahwa kesederhanaan itu juga sangatlah penting daripada kemewahan serta yang niscaya ia tidak bisa hidup sendiri. Karena kita yakni makhluk sosial.
Baca juga artikel : Cara Meresensi Buku Pengetahuan yang Baik dan Benar
Contoh Teks Eksemplum Singkat
Operasi Zebra
Orientasi :
Sebuah insiden yang menciptakan saya sadar, bahwa mentaati peraturan merupakan suatu keharusan. Hampir setiap bulan, saya menyempatkan diri untuk pulang ke Demak, mengingat disanalah daerah saya dilahirkan. Sekarang ini saya tinggal di Semarang, tepatnya saya tinggal di kos-kosan.
Saya kuliah di UNDIP dan jarak rumah saya dengan kampus sangat lah jauh, jadi saya tetapkan untuk ngekos di sekitar kampus tersebut. Saya tinggal dengan adik saya yang juga bersekolah di salah satu Sekolah Menengan Atas di Semarang.
Ketika itu saya berangkat dari kosan sekitar pukul 08.00 pagi dan kemungkinan akan kembali lagi ke Semarang seminggu setelahnya. Saya pulang dengan memakai sepeda motor.
Insiden :
Ketika diperjalanan saya sangat mengantuk, alasannya sehari sebelumnya saya tidak tidur alasannya ada kiprah dari dosen yang harus saya kerjakan. Dengan kondisi tersebut saya menjadi tidak fokus dalam mengendarai sepeda motor.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan, saya kemudian menyuruh adik saya untuk bertukar posisi untuk mengendarai sepeda motor. Akan tetapi adik saya belum bisa mengendarai sepeda motor dan belum memiliki SIM alasannya masih berumur 16 tahun.
Aku sempat berpesan kepadanya untuk tidak mengebut atau melanggar rambu-rambu kemudian lintas dan kalau ada operasi zebra berhenti saja tidak usah panik. Setelah seperempat perjalanan, saya melihat tidak ada operasi zebra dan adik saya terlihat menikmati perjalanan tersebut.
Kemudian saya putuskan untuk beristirahat sebentar. Tak usang berselang, tiba-tiba motor kami oleng dan kemudian terjatuh. “Gimana kok bisa jatuh sih ?” saya bertanya ke adik saya. “Itu kak, didepan ada operasi zebra, jadi saya pribadi banting stir ke kiri, eh taunya ada selokan.” Jawabnya. “Kan abang sudah bilang, jangan panik.”
Interpretasi :
Akhirnya motor yang kami kendarai masuk keselokan, beruntung ada warga yang mau membantu kami untuk mengeluarkan motor tersebut dari selokan. Dari insiden tersebut, saya sadar akan pentingnya mentaati peraturan kemudian lintas. Terimakasih Tuhan, alasannya Engkau masih memberi kami keselamatan.
Contoh Teks Eksemplum Tentang Pengalaman
Kebahagian yang Lebur dalam Kesedihan
Si sebuah kota, hiduplah sebuah keluarga. Keluarga itu memiliki anak yang berjulukan Citra. Kehidupan dalam keluarga itu selalu di lilit oleh hutang. Kedua orang bau tanah Citra selalu bersyukur setiap cobaan yang menimpa mereka.
Pada suatu ketika, sang Bapak dipecat dari kantornya alasannya secara tidak sengaja merusak mesin printer milik kantor tersebut. Akhirnya sang Bapak pulang dengan wajah yang tidak karu-karuan, kemudian ia menceritakan permasalahan ini kepada istrinya.
“Bu, hari ini Bapak di pecat dari kantor.” Kata sang Bapak.
“Ya mungkin itu sudah menjadi takdir kita pak.” Jawab istrinya.
“Sekarang Bapak gundah mau mencari pekerjaan dimana. Sekarang ini mencari pekerjaan tidak mudah.” Kata sang Bapak.
“Ya sudah pak, tidak usah terlalu di pikirkan. Sekarang mari kita makan dulu !” Seru istrinya untuk mengajak makan siang.
Tiba-tiba sang anak menghampiri mereka dengan keadaan sedih. Sepulang sekolah tadi ia selalu memikirkan nilai rapornya yang dibawah rata-rata. Citra sangat gundah sekali, alasannya ia takut dimarahi oleh kedua orang tuanya.
Bukannya dimarahi, justru Citra mendapati wajah kedua orang tuanya yang lagi bersedih. Sejak insiden inilah Citra ulet berguru biar bisa meraih cita-citanya dan biar bisa membantu perkara yang dihadapi oleh kedua orang tuanya.
Sejak ketika itu pula, Ayah Citra jatuh sakit alasannya selalu memikirkan pekerjaan yang tidak kunjung di dapatkan.
Pada suatu hari, Citra sedang melaksanakan Ujian kenaikan kelasnya. Demi meraih nilai yang tinggi, Citra rajin berguru dari jauh-jauh hari. Beberapa hari sehabis melaksanakan ujian, jadinya ia berhasil mendapat nilai yang memuaskan.
Tidak disangka ia mendapat nilai terbaik dari semua nilai teman-temannya. Ketika bel berbunyi, Citra berlari pulang dengan wajah yang sangat senang alasannya ia tidak sabar untuk memperlihatkan kepada orang tuanya.
Namun perasaan senang itu tidak berlangsung usang alasannya melihat sebuah jasad yang terbaring di rumahnya. Dia melihat ibunya yang menangis alasannya melihat jasad ayahnya yang sudah tertutup dengan kain kafan.
Citra pun mulai meneteskan air matanya. Betapa sedihnya Citra ketika ingin memperlihatkan nilai yang ia sanggup kepada ayahnya, justru ayahnya telah terlebih dahulu tiada.
Ia sadar bahwa maut juga akan tiba secara tiba-tiba. Ia juga sadar bahwa untuk mebahagiakan kedua orang tuanya bukan hanya dari nilai saja. Namun masih banyak cara yang lainnya. Makara bagaimanapun keadaan kita, kita harus selalu berusaha untuk membahagiakan kedua orang bau tanah kita.
Baca juga artikel : 3 Contoh Kliping Beserta Langkah-Langkah dalam Membuatnya !
Contoh Teks Eksemplum Tentang Pengalaman Pribadi
Boros
Pada suatu hari ada seorang laki-laki berjulukan Arya yang suka sekali menghabiskan uang jajannya dan bahkan ia habiskan uang jajannya itu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Dia berperilaku menyerupai itu dikarenakan ia merasa bahwa orang tuanya yakni keluarga yang kaya raya dan serba berkecukupan.
Ketika ia beranjak remaja, sikap borosnya pun semakin menjadi-jadi. Apalagi ditambah dengan adanya pacar yang ia miliki. Padahal orang tuanya sering sekali mengingatkan ia biar tidak boros.
Karena mencari uang itu tidak semudah apa yang kita bayangkan. Dia tetap saja menghambur-hamburkan uangnya tanpa melihat bagaimana jerih payah kedua orang tuanya untuk mendapat uang.
Lalu pada suatu ketika, orang bau tanah Arya jatuh melarat dalam bisnisnya sehingga menjadikan keadaan keluarga mereka menjadi sangat miskin dan serba kekurangan.
Belum lagi ditambah hutangnya kepada Bank yang semakin menciptakan keadaan menjadi lebih parah. Hal itu menciptakan Arya menjadi putus asa alasannya ia tidak terbiasa dengan kehidupan yang serba kekurangan. Hingga insiden itu menciptakan Arya bunuh diri.
Oleh alasannya itu hendaklah kita menumbuhkan sikap untuk menghemat biar kita sanggup menabung sebagian dari uang yang kita miliki dan yang niscaya akan bermanfaat di masa yang akan datang. Jangan menyerupai Arya yang selalu menghambur-hamburkan uangnya.
Itulah klarifikasi singkat mengenai pengertian teks eksemplum, struktur teks eksemplum, ciri ciri teks eksemplum beserta teladan teks eksemplum singkat beserta strukturnya wacana pengalaman pribadi dan dongeng rakyat. Semoga sanggup menambah wawasan kau wacana teks eksemplum.
Terimakasih sudah share artikel ini 🙂
Komentar
Posting Komentar